PT Indorama Bisa Kena Pidana Pencemaran

Posted by Lensa News Online | | Posted in

Terkait Limbah yang Merugikan Masyarakat Sekitar

PURWAKARTA - PT Indorama bisa terjerat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sejumlah pemerhati lingkungan, melihat pencemaran sungai Cikembang bukan hal biasa.
Pemeharti Lingkungan Purwakarta Teddy M Hartawan mengatakan, jenis kimia Therminol VV-1 merupakan sejenis bahan cairan kimia synthetic untuk mentransper panas yang dibutuhkan dan didesain untuk mengubah cairan dari 12 sampai 400 derajat celcius. Atau, uap dari 257 derajat - 400 derajat celcius.

"Jenis kimia tersebut sejenis bahan cairan synthetic yang didesain untuk mentranper panas yang dibutuhkan," tuturnya kepada Pasundan Ekspres.

Lanjutnya, ada beberapa kemungkinan yang terjadi di PT Indorama. Pembuangan Therminol PT Indorama bisa dilakukan dengan sengaja dan bisa juga kelalaian. Sesuai dengan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, jika  benar karena kelalaian maka PT Indorama diancam pasal 99. Yang menyatakan setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun.

"Dan, apabila disengaja bisa masuk ke pasal 98," tegas Teddy.
Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Purwakarta memperkirakan Therminol yang dibuang ke sungai Cikembang kemungkinan lebih dari satu drum. Therminol sendiri merupakan bahan kimia berbahaya, yang tidak lagi digunakan standar pabrik di Amerika sejak 1976 silam.

Kepala Bidang Kemitraan BLH Purwakarta Ade Abu mengaku pihaknya belum mengetahui pasti yang dilakukan PT Indorama. Apakah pembuangan limbah tersebut dilakukan dengan sengaja atau tanpa disengaja. Namun yang pasti, dampak pembuangan Therminol ke sungai ialah lingkungan akan rusak parah.
"Therminol bahan kimia berbahaya, apabila ini tumpah ke sungai biota air akan mati," ujarnya.

Sementara, udara yang dihirup oleh masyarakat di tiga desa yaitu Desa Bunder, Kembangkuning dan Desa Cibinong pun sangat berbahaya. Bila dihirup dalam waktu lama, warga bisa saja mengalami efek samping kesehatan.

"Sesak nafas, mual dan pusing. Apabila kena kulit pun akan iritasi. Apabila terakumulasikan bertahun-tahun belum tahu dampak negatifnya," jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi penggunaan Therminol di sejumlah negara sudah mulai dihentikan. Dan kalaupun ada sangat dijaga ketat sekali. Namun sampai sejauh ini penggunaan Terminol di Indonesia masih terus berlanjut.

"Di Amerika sejak tahun 76 sudah tidak dipakai lagi, maka perlu ada pelakuan sangat ketat," ungkapnya.
Sampai saat ini sendiri pihak BLH untuk urusan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) PT Indorama masih terus dikaji. Dan menurut data yang dihimpunnya, diketahui PT Indorama sudah memiliki UKL dan UPL, namun belum memiliki Amdal.

"Amdal ini masih di bahas,  Indorama yang lama memakain Therminol 66 dan Indorama IPCI (Indorama Polyster Chemical Indonesia) memakai Therminol  VV1," pungkasnya.

Jalan Alternatif Cirangkong Hampir Putus

Posted by Lensa News Online | | Posted in

PURWAKARTA - Jalan yang rusak terjadi di mana-mana karena faktor alam yang memang sudah merusak tatanan struktur jalan akibat diuguyur hujan terus-menerus.

Bukan saja jalan propinsi dan kabupaten, jalan desa pun sudah mulai rusak. Salahsatunya yang terjadi di jalan Desa Cirangkong menuju Desa Benteng jalan hampir putus akibat jalan tersebut dilalui kendaraan karena dijadikan jalan alternatif.

Kalau dibiarkan terus menerus jalan desa akan cepat rusak mengingat jalan ini dengan struktur jalan yang memang dengan tonase yang ringan.

“Jalan ini hampir putus karena banyak kendaraan mempergunakan jalan ini dan kami bersama warga berinisiatif memperbaiki jalan ini,” ungkap Mahrup Sekretaris Desa Cirangkong kepada Pasundan Ekspres, di ruang kerjanya, Kamis (27/2).

Menurutnya, jalan ini kalau dibiarkan tanpa ada inisiatif bukan tidak mungkin akan putus total sehingga warga maupun pengguna jalan akan kesulitan menuju Desa Benteng atau sebaliknya.

“Kami mendapatkan informasi dari warga bahwa ada jalan yang akan terputus akibat banyaknya kendaraan yang melewati jalan desa ini. Kami bersama warga dengan cepat memperbaiki jalan yang mulai ambrol dengan menutup material batu dan pasir, karena kalau tidak segera jalan tersebut akan terputus total,” jelasnya.

Jalan Desa Cirangkong ini, lanjut Mahrup, cukup vital mengingat dapat dijadikan alternatif jika terjadi kemacetan pada jalan propinsi.

“Saat ini terjadi kemacetan di ruas jalan protokol sebagai jalan propinsi, karena rusaknya jalan dan terjadi kemacetan sehingga pengendara selalu menggunakan jalan alternatif ini, karena memang jalannya lebih lengang dan jalannya masih cukup baik,” tuturnya.

Ia berharap pihak pemerintah segera melihat langsung ke jalan Desa Cirangkong ini agar terlihat langsung dan bisa diperbaiki secepatnya mengingat jalan ini cukup vital.

Ribuan Warga Meriahkan Cap Go Meh

Posted by Lensa News Online | | Posted in

KARAWANG - Ribuan masyarakat Karawang bahkan luar Karawang memadati Klenteng Kwan Tee Koen di Jalan H. Juanda untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh, Minggu (23/2).

Warga tionghoa dan warga asli karawang sangat antusias dan berbaur untuk menyaksikan perayaran Ruat Bumi.

Perayaan Cap Go Meh 2565 diramaikan 46 patung dewa dewi, 53 barongsai, dan 20 liong yang berasal dari Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Cikarang, Bogor, Ciamis, Semarang, dan Kalimantan Barat juga hadir dalam perayaan tersebut.

Bupati Karawang, Ade Swara mengatakan,  suapaya  perayaan Cap Go Meh ini mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan kebersamaan. ”Kita secara bersama-sama membangun masa depan bangsa, dengan jiwa  semangat dan nilai-nilai kerukunan umat beragama,” kata Ade Swara.

Karena tidak ada satu agama-pun yang mengajarkan kekerasan, permusuhan dan kebencian, akan tetapi semua agama mengajarkan umatnya untuk saling pengertian, saling menghormati dan saling mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, golongan dan status sosialnya.

Berharap kepada semua jajaran dibawahnya,  untuk senantiasa memberikan pelayanan publik yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat tionghoa, dan termasuk penganut agama Khong Khu Chu. “Marilah kita bangun masa depan bangsa, dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang dilandasi semangat kerukunan umat beragama serta raihlah kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Wawan Kurniawan, Ketua Yayasan Vihara Dharna Prasada Maha Metta Karawang mengatakan, dalam perayaan Cap Go Meh 2565 diramaikan dengan 46 patung dewa dewi, 53 barongsai, dan 20 liong yang berasal dari berbagai daerah yang ada di pulau Jawa dan bahkan dari luar Jawa.

Peserta yang mengikuti Kirab mulai berjalan dari Klenteng Kwan Tee Koen  dan melakukan pawai melewati Jalan Tuparev, kertabumi, AR.Hakim (Niaga),  hingga kembali lagi ke Klenteng Kwan Tee Koen di Jalan H. Juanda.

Harapan kedepan semoga masyarakat mendapat berkah bagi kita semua dan lebih maju lagi, "Bersyukur bahwa panen berlimpah. Kita juga mengadakan doa semoga terhindar dari marabahaya. Berharap bencana cepat selesai di seluruh Indonesia dan khususnya Karawang," ungkapnya.

Sumber : http://www.pasundanekspres.co.id

Warga Ciampel Ontrog DPRD

Posted by Lensa News Online | | Posted in

Karawang - Sementara ratusan warga sudah tidak sabar untuk menyampaikan unek-uneknya. "Kami sengaja datang ke sini karena ingin berdialog dengan wakil rakyat," ujar Dasa, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Mulyasejati.

Dikatakan, warga sengaja mendatangi kantor wakil rakyat untuk meminta bantuan pengurusan surat tanah yang mereka tempati. Sebab, sudah berpuluh-puluha tahun mereka menduduki lahan yang tidak jelas statusnya.

Menurut Dasa, pada tahun sembilan puluhan, lahan milik warga ditukar-guling oleh sebuah perusahaan berbendera PT Hab dan Son yang berkedudukan di Roxi Mas, Jakarta. Warga kemudian diberi kavling seluas 150 meter persegi per kepala keluarga (KK). "Saat itu warga yang menerima tukar guling lebih kurang ada 400 KK," katanya.

Namun, lanjutnya, hingga saat ini surat-surat kavling tersebut tidak jelas juntrungnya. Akibat hal itu warga menjadi resah dan khawatir suatu saat nanti mereka bakal digusur dari lahan yang dikuasainya.

Sementara Kepala Desa Mulyasejati, Adang Erwin menyatakan, lahan milik warga yang kini dikuasai PT Hab dan Son telah disulap menjadi kebun pohon kaliptus (bahan baku kertas-Red) untuk kepentingan pabrik kertas PT Pindo Delli. "Kami hanya ingin  status yang kami tinggali menjadi jelas," katanya.

Dijelaskan, kavling yang disediakan PT Hab dan Son terletak di tiga dusun yakni, Kampung Cisaga, Cidahu, dan Citalahab."Data dari warga telah kami terima. Kami tinggal menunggu surat-surat dari pihak perusahaan," katanya.

Sayangnya, kedatangan ratusan warga ke Gedung Dewan tidak ada yang menerima. Padahal, sebelumnya mereka telah menerima informasi bakal diajak berdialog, Senin (17/2).

Saat warga sedang bingung, muncul dua mantan wakil rakyat periode 2004-2009 ke Gedung Dewan. Mereka adalah mantan Ketua DPRD Slamet Jayusman dan mantan anggota Komisi A, Tonny Mansyah.

Melihat warga mulai resah, dua mantan wakil rakyat itu berinisiatif meminta massa masuk ruangan. Selanjutnya, mereka berupaya menyerap aspirasi dari warga yang datang itu.

Setelah memahami, persoalannya, Slamet Jayusman dan Tonny Mansyah mencari staf DPRD. Dari Staf DPRD dikatahui jika dialog dengan warga Mulyasejati memang telah dijadwalkan 18 Februari 2014.

"Ternyata ada salah ketik dalam surat pemberitahuan untuk warga. Mereka diminta datang 18 Februari, namun harinya tertulis Senin. Mungkin karena itu pula mereka berbondong-bondong datang hari ini," ujar Tonny Mansyah.

Dikatakan, karena kesalahan itu pula dirinya meminta pimpinan DPRD menjadwal ulang pertemuan dengan warga Kamis (20/2) mendatang. "Kami kasihan melihat warga kelimpungan mencari tempat pengaduan. Akhirnya kami berinisiatif menerima mereka," ujar Slamet Jayusman.

Sementara itu, salah seorang staf DPRD mengatakan, para wakil rakyat akhir-akhir ini memang jarang datang ke kantor. Mereka sibuk mensosialisasikan pencalonan dirinya masing-masing kepada masyarakat.

Sumber : http://www.pasundanekspres.co.id